Bank IndonesiaSampel

Kaskade pengambilan sampel

Ikut penyaring

Stratified three-stage cluster sampling, dari kabupaten dan kota sampai wilayah pencacahan setingkat RT

  1. ProvinsiBab III A.1.e12
  2. Kabupaten dan kotaPSU, tahap pertama · Lampiran 875
  3. KecamatanSSU, tahap kedua · Tidak didaftar RKStidak didaftar
  4. Kelurahan dan desaHanya muncul di Gambar 1tidak didaftar
  5. Enumeration area, setingkat RTTahap ketiga · Lampiran 8600
  6. Rumah tanggaSystematic random sampling, 10 per EA · Bab III O.1.c6.000

Gambar 1 RKS menggambar empat lapis di bawah provinsi, sementara teksnya menyebut tiga tahap. Lapis kelurahan dan desa muncul di gambar tetapi tidak pernah dinamai sebagai satu tahap, dan Lampiran 8 berhenti di kabupaten dan kota. Dua lapis tengah karena itu dibiarkan kosong.

Formula ukuran sampel, UN STAT (2005)

RKS halaman 40 dan 41. Geser nilai r untuk melihat hasilnya.

Tidak ikut penyaring

n = Z² · r · (1 − r) · DEFF · (1 + NRR)  /  (p · ñ · MoE²)

0,50n = 685
01.6203.2404.8606.480Total sampel RKS 6.000r = 0,00r = 0,50r = 1,00
Puncak kurva berada di r = 0,50, yaitu 685 rumah tangga. Itu hasil tertinggi yang mungkin dari formula ini, berapa pun nilai r.

Pembacaan pertama

Formula berlaku nasional

685

hasil tertinggi, pada r = 0,50

rn
0,30576
0,50685
0,67606
0,80439

Total sampel RKS 6.000 rumah tangga, yaitu 8,75 kali lipat hasil tertinggi formula. RKS menyebut ada penambahan sampel pada sejumlah provinsi berdasarkan professional judgement.

Pembacaan kedua

Formula berlaku per provinsi

500

6.000 dibagi 12 provinsi

Rata-rata 500 per provinsi berada di dalam rentang yang dihasilkan formula, yaitu 576 sampai 685.

RKS tidak menyatakan formula itu berlaku nasional atau per provinsi. Kedua pembacaan di halaman ini disajikan apa adanya, dan keduanya konsisten dengan apa yang tertulis.

Design effect dan korelasi dalam klaster

2,00

DEFF, dari RKS

0,111

ICC, diturunkan

ICC = (DEFF − 1) / (m − 1) = (2,00 − 1) / (10 − 1) = 0,111

DEFF 2,00 dengan klaster 10 rumah tangga berarti korelasi dalam klaster 0,111. Itu angka yang wajar untuk klaster setingkat RT, jadi DEFF-nya memang diturunkan dari ukuran klaster yang dipakai.

Pertimbangan pengeluaran masyarakat

Bab III O.1.b.1

40%
40%
20%
  • Kelompok bawah40%
  • Kelompok menengah40%
  • Kelompok atas20%

Tiga pita, bukan empat. Jangan menyamakannya dengan kolom Cluster di Lampiran 8 yang punya empat nilai.

Kolom Cluster 1 sampai 4

Lampiran 8. Memotong melintang provinsi, bukan urutan di dalam provinsi.

Arti belum dikonfirmasi
Cluster 1

237

EA

2.370 rumah tangga

39,5%

Cluster 2

182

EA

1.820 rumah tangga

30,3%

Cluster 3

139

EA

1.390 rumah tangga

23,2%

Cluster 4

42

EA

420 rumah tangga

7,0%

RKS tidak pernah menjelaskan arti keempat nilai ini, dan keempatnya tidak cocok dengan pembagian pengeluaran yang hanya tiga kelompok. Karena itu di layar ia tetap bernama Cluster 1 sampai Cluster 4, tanpa tafsir.